Selasa, 31 Januari 2012
Keuntungan Jatuh Cinta Bagi Kesehatan
Jatuh cinta turunkan risiko kecanduan alkohol
Anda yang masih jomblo, mungkin akan memilih menikmati malam minggu dengan meminum anggur atau minuman alkohol lainnya. Namun berdasarkan penelitian, diketahui bahwa seseorang yang sedang dalam hubungan asmara, lebih kecil kemungkinan mengonsumsi alkohol.
Penelitian tersebut menyatakan:
1) Empat persen orang yang telah menjalin hubungan asmara selama dua atau empat tahun, masih kecanduan alkohol,
2) Tiga persen orang yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih dari lima tahun, masih kecanduan alkohol,
3) 12 persen orang yang sedang tidak menjalin hubungan asmara di usia 30-an, kecanduan alkohol,
4) 13,5 persen orang yang tidak menjalin hubungan asmara selama dua tahun, benar-benar mengalami kecanduan alkohol berat.
Jatuh cinta membuat kita awet muda
Kita semua tahu bahwa jatuh cinta dan bercinta adalah dua hal yang berbeda secara alamiah. Namun jatuh cinta biasanya sangat berpengaruh terhadap proses penuaan kita. Penelitian menunjukkan, jatuh cinta membuat kita awet muda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Royal Edinburgh Hospital di Skotlandia, didapatkan hasil bahwa para wanita yang melakukan hubungan seks sebanyak empat atau lima kali selama sepekan, akan terlihat 10 kali lebih muda dari usia sebenarnya.
Konsultan neuropsychologist Dr. David Weeks mengatakan, pasangan yang saling mencintai, tidak hanya terlihat memiliki bentuk tubuh yang lebih baik, namun juga berpengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional. Jadi, mungkin lain kali kita semua akan lebih memilih baby oil sebagai krim anti penuaan.
Cinta baik bagi wanita, buruk bagi pria?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan English Longitudinal Study of Ageing, didapatkan hasil bahwa para wanita yang sedang menjalin hubungan asmara, akan memiliki kualitas diri yang lebih tinggi dari biasanya, namun tidak sama halnya dengan yang terjadi pada suami atau pasangan mereka, yang justru memiliki kualitas diri yang lebih rendah dari biasanya.
Meski tampaknya hal itu lebih menguntungkan bagi wanita dibandingkan pria, namun orang yang menjalin hubungan asmara akan jauh lebih bahagia dibandingkan dengan yang orang-orang yang jomblo.
Penelitian lain memberikan hasil bahwa 40 persen pasangan yang menikah mengatakan bahwa mereka bahagia, dan hanya 25 persen orang-orang yang jomblo mengatakan bahwa mereka bahagia.
Cinta meningkatkan kesehatan mental kita
Cinta memberikan sejumlah keuntungan bagi kesehatan tubuh kita, termasuk dapat meningkatkan kesehatan mental bagi para wanita maupun pria yang sedang menjalin hubungan asmara. Di New Zealand, sebuah tim dari University of Otago melakukan penelitian pada 1000 orang. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih dari lima tahun, akan lebih kecil kemungkinan mengalami depresi maupun melakukan bunuh diri dibandingkan mereka yang jomblo.
Penelitian lain memberikan hasil bahwa orang-orang yang menikah, memiliki level yang lebih rendah untuk mengalami depresi dan stress dibandingkan mereka yang jomblo.
Cinta membuat kita lebih sering berulangtahun
Jatuh cinta akan membuat kita berulangtahun lebih dari sekali dalam setahun. Namun bukan berarti kita akan benar-benar berulang tahun. Penelitian membuktikan bahwa angka kematian pria jomblo berusia 30 hingga 59 tahun, dua setengah kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria non-jomblo!
Angka kematian para wanita jomblo juga 23 persen lebih tinggi dibanding dengan para wanita menikah. Para peneliti menyatakan, ini karena para orang yang jomblo memiliki kesehatan yang jauh lebih buruk, pendapatan yang lebih rendah, dan terisolasi secara sosial. Dukungan dari orang lain akan membantu kita menjaga kesehatan.
Cinta sembuhkan penyakit jantung
Mungkin hanya kebetulan saja, bahwa cinta digambarkan dengan simbol jantung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Rochester di New York, memberikan hasil bahwa hubungan asmara yang bahagia akan memberikan ketahanan jantung yang tiga kali lebih baik. Penelitian membuktikan bahwa pernikahan yang baik, akan memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung, seperti mau berhenti merokok, menjaga berat badan, dan memperkecil risiko serangan darah tinggi.
Penelitian lain yang dilakukan di University of North Carolina, dan di Human Communication Research. Mereka berdua menemukan bahwa jatuh cinta dapat memberikan dampak positif terhadap kolesterol.
Sumber
Rabu, 25 Januari 2012
Pergi ke Musholla = Nostalgia
Nostalgia….
Ya sesuai dengan judulnya,nostalgia..
Tapi nostalgia kali ini ga biasa, biasanya nostalgia itu di saat kita reuni dengan teman-teman kita dan berada di venue yang mewah dan waah, tapi kalo nostalgia kali ini, tempatnya ga mewah dan wah, malah terkesan religius (ya iyalah di musholla geetooo, hehehe).
Ya, setelah lama bangeet gue kagak mudik, otomatis kalo gue kagak mudik, gue juga kagak sholat di musholla di kampong gue. Ya setelah sekian lama gue merantau dan mencari ilmu (jiah, bahasa gue sok banget).
Nostalgia dimulai ketika gue mau pergi ke musholla buat ikut barzanji (kalo yang kagak tau googling aja, hehehe). Gue keluar dari rumah menuju musholla, sesampainya gue di musholla, pikiran gue langsung flash back ke jaman gue kecil, sekitar 7-10 tahun yang lalu.
Dulu waktu sore, gue abisin di dekat musholla sampe abis maghrib. Dulu sebelum adzan maghrib berkumandang,gue sama temen-temen gue sering maen petak umpet, maen kejar-kejaran ,dll. Tapi melihat keadaan sekarang kayaknya udah ga mungkin buat maen petak umpet soalnya orang-orangnya udah pada gede, hehehe. Dan tempatnya juga udah pada gede dan kagak tau pada kemana tu teman-teman gue. Udah kagak ada kabarnya ato mungkin gue yang ketinggalan info, hehehe
Setelah masuk ke musholla, gue mulai inget dulu betapa nakalnya gue ama temen-temen sampe dulu pernah bikin marah imamnya (nakal banget ya gue, maklum namanya juga anak kecil, belum tau apa-apa), terus abis itu gue sama temen-temen gue kagak berani lagi datang ke masjid sekitar 1 minggu. Ahahahahahah
Kemudian waktu itu bulan Ramadhan, sebelum salat tarawih gue sama temen-temen gue maen petak umpet, soalnya dulu cuma bisa main itu aja dan dulu anak-anak kecilnya masih banyak kayak sekarang, sebenarnya si sekarang juga banyak, tapi mainannya uda pada modern, maklum udah globalisasi, heeh. Jadi lebih milih main di rumah-rumah sendiri, dan jarang banget maen keluar, kagak kaya jaman gue kecil.
Lanjut lagi ke petak umpet sebelum salat tarawih, dulu gue suka banget main tu permainan. Tapi gue dulu punya kenangan buruk sama ni permainan, dulu gue pernah kecemplung di septitank gara-gara gue kagak ngliatin jalan gara-gara gue sibuk cari tempat buat ngumpet, eh malah nyemplunk deh, hahahahahaha
Sumpah gue waktu itu, malunya minta ampun, waktu itu gue langsung bersihin kaki gue yang kenai air comberan itu, temen gue malah nyukur-nyukurin lagi, Memang mungkin itu ya ganjaran buat anak yang nakal, hahahaha
Tapi yang bikin gue ketawa sambil guling-guling (lebay y ague, hehehe), ketika tadi ada teman gue yang baca barzanji nya microphone nya bukannya di taruh didekat mulut, eh dia malah ditaruh di bawah janggut, gimana suaranya mau kedengarannyampe luar orang ditaruh di janggut, ga sekalian di taruh di deket telinga biar kagak kedengaran sekalian suaranya. Dasar temen gue banyak polah….
Udah dulu y ague nulis ceritanya, see u later on my next post, hehehehe
Selasa, 10 Januari 2012
Indonesia Mau Bikin Propinsi Baru ...
Langsung baca ne beritanya..
Kalimantan Utara Tinggal Menunggu Paripurna DPR RI
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Ketua Masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) Bersatu, Jusuf SK mengatakan, saat ini Kaltara tinggal menunggu jadwal paripurna DPR RI yang dalam sidang itu membuat keputusan mengajukan surat kepada presiden untuk permintaan Ampres.
Setelah itu RUU Kaltara yang memang sudah disiapkan delapan bulan sebelumnya tinggal dipoles lagi.
“Dan Insya Allah tidak terlalu lama dalam waktu beberapa hari selesai. Disisi lain persoalan Kaltara ini kelihatannya sudah cair tidak ada kerapuhan internal karena Pak Budiman dengan masyarakat dan pemerintahan sudah bulat tidak ada keragu-raguan tentang Provinsi Kaltara,” ujarnya, Rabu (6/7/2011) saat berada di Nunukan mendampingi anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi, Ryaas Rasyid.
Kaltara diyakini bisa menyelesaikan persoalan terutama masalah perbatasan, pedalaman termasuk kerjasama bilateral antara Kalimantan Utara dengan negeri jiran Sabah Malaysia.
Pembentukan Kaltara dipastikan tidak menunggu revisi Undang-Undang 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.
“Kaltara sama sekali tidak, justru dalam kesekapakatan presiden dan DPR RI moratorium pemekaran dilanjutkan kecuali daerah perbatasan, kecuali yang diutamakan Kaltim dan Papua. Jadi tidak ada menunggu ini dan itu tetapi menggunakan aturan lama UU 32/2004. Kalau dari pemerintah tidak ada masalah,” katanya.
Ia memperkirakan Agustus atau September nanti paripurna DPR RI telah digelar untuk meminta Ampres.
“Kalau kita melihat itu sebetulnya kalau tidak banyak undang-undang lain yang sedang dikejar, mungkin Agustus atau Septermber tahun ini selesai. Tetapi kita lihat Agustus bulan puasa, memang harusnya tidak mengurangi aktivitas dan sebagainya tetapi memang cukup lelah juga. Kita harapkan bisa dibahas bulan puasa ini, mudah-mudahan September Oktober Ampres sudah bisa keluar,” ujarnya.
Langganan:
Komentar (Atom)